(sebuah contekan mbling)
Oleh: Pion Ratulolly
di lembar-lembar malam yang lembur
kita sesekali terperosok di lembah bentur
antara nafas dan nafsu yang terus memburu
membirukan mata tanpa kata
ah!!!
desah yang panjang dan telanjang
bagai lolongan anjing pincang di ujung tumbang
kenikmatan manakah yang sungguh-sungguh
sanggup menuntaskan lelehan keringat
juga darah yang dijarah-jarah, sayang?
…………………………………………..
ah!!!
sial,
mimpi memandikanku di kamar
kupang, 23/12/10
No comments:
Post a Comment